Empat Pegawai Positif Covid-19, Dinkes Touna Berlakukan Syistem Kerja Sift

  • Bagikan
banner 468x60

TOUNA | (IT) – Sebanyak empat orang pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tojo Una (Touna) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal tersebut berdasarkan peryataan Sekertaris Dinkes Taufan H. Thandri kepada wartawan usai menggela rapat bersama pegawai dan staf, Jumat (15/01/2021).

Taufan H. Thandri mengungkapkan, adapun empat orang yang terkonfirmasi masing-masing berinisial AL, AR, R dan F. Namun keempat orang ini tidak termasuk nama Kadis kesehatan.

“Terkait nama kepala Dinas Kesehatan yang dikabarkan Positif namun sampai sekarang hasil Swab dari Kadis kesehatan belum keluar,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa untuk gejalanya mengarah kesana rapid antigenya positif, sehingga kemungkinan besar iya tapi tergantung Pasien nya.

“Jadi  gejalanya ibu kadis adalah gejala Covid, ternyata setelah kita Swab orang yang kontak langsung dengan beliau ada Dua orang Satpam, sopir dan assitennya ternyata positif,” katanya.

Dia menambahkan, untuk data yang dikarantina di BLK sampai saat ini masih ada empat orang yang diisolasi, sementara lainnya mereka melakukan karantina secara mandiri di rumah masing-masing dan tetap selalu di awasi oleh satgas Covid .

“Tidak hanya itu, Dikabupaten Touna, hingga saat ini yang terkonfirmasi sebanyak 116 orang dan dari lonjakan jumlah ini sudah termasuk dengan yang telah sembuh total,” tambahnya.

Menurutnya, terkonfirmasi positif apabila dia tidak bergejala tidak harus diisolasi di tempat pemerintah Namaun tetap dilakukan pengawasan saat diisolasi mandiri di rumah.

“Dinas kesehatan Kabupaten Touna, akan melakukan Shift kerja, sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan ini kata Sekretaris Dinkes sudah disepakati saat pembicaraan dalam rapat,” tuturnya.

Taufan juga mengatakan, bahwa terkait dengan penutupan pelayanan kesehatan dibeberapa puskesmas, kedepan Dinas kesehatan tidak lagi melakukan penutupan, namun mekanisme pelayanan dipuskesmas puskesmas akan diatur dengan system’ jam kerja shift.

“Jadi pelayanan tetap di buka untuk masyarakat, gaya saja dilakukan shif kerja .sehingga dalam satu Puskesmas bisa di bentuk satu sampai tiga kelompok ,sehingga jika ada pasien yang terkonfirmasi byang lain bisa masuk kerja dan begitu pula dengan pelayanan luar gedung,” ujarnya.

Taufan juga mengatakan, Sampai saat ini yang masih menunggu hasil Swab masih berjumlah 100 orang lebih, dan ini belum termasuk dengan 200 orang lebih yang hasil swabnya belum dikirim ke Palu.

Lanjut kata dia, dengan adanya lonjakan kasus positif saatvini, rata rata perbulan pengiriman Swab dari dinas kesehatan mencapai sampai 300 orang perbulan.

“Pada Bulan November kemarin 2020,  kita kirim Swab sebanyak 300 nama,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, kata dia, dalam rapat koordinasi yang digelar belum lama ini , untuk saat ini akan diterapkan setiap warga dari luar provinsi yang masuk dikabupaten Touna harus membawa hasil Swab test berdasarkan Antigen.

“Sesuai dengan edaran Gubernur warga dari luar provinsi Sulawesi tengah yang akan masuk diTouna harus membawa surat hasil Swabtest, kalau antar kabupaten hanya membawa surat hasil Rapidtest, untuk pengontrolan warga keluar masuk akan dilakukan satgas masing masing kecamatan dan Desa,” tukasnya.(IS).

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page