Kapolres TOUNAHUKUM & KRIMINAL 

Tiga Tersangka Penipuan Tabung Gas dan Ijin Pangkalan Diamankan Polres Touna

Kapolres Touna AKBP Alfred Ramses Sianipar, S.I.K, M.H didampingi Kasat Reskrim Iptu Tonny Lantja, S.H dan Kasubag Humas Iptu Tryanto.

(IT) | TOUNA – MR alias Reza alias Dandi (25) warga Tawaeli Kota Palu, MAA alias Andri (26) warga Kecamatan Poso, Kabupaten Poso dan MH alias Dayat (30) warga Kelurahan Moengko, Kabupaten Poso harus berusan dengan Kepolisian Polres Tojo Una-Una (Touna) karena telah melakukan penipuan tabung gas dan ijin pangkalan.

Kapolres Touna, AKBP Alfred Ramses Sianipar, S.I.K, M.H mengatakan, adapun kronologis kejadiannya yakni para tersangka datang dari Poso menuju ke Ampana dengan tujuan untuk menjual regulator dan selang kompor gas.

“Setibanya di Ampana tersangka pertama kali melakukan pengecekan kompor gas dengan mendatangi rumah masyarakat, setelah itu tersangka mencoba menawarkan untuk menambah stock tabung yang sudah memiliki ijin pangkalan,” kata Kapolres Touna AKBP Alfred Ramses Sianipar, S.IK, M.H didampingi Kasat Reskrim Iptu Tonny Lantja, S.H dan Kasubag Humas Iptu Tryanto pada saat konfrensi pers di Rupatama Polres Touna, Kamis (15/10).

Lanjut Kapolres, bagi masyarakat yang belum memiliki ijin pangkalan tabung elpiji tersangka coba untuk menawarkan membuatkan pangkalan dengan menjanjikan untuk memasukan stock tabung dengan harga 150 Ribu per tabung yang sudah ada isi 3 Kg.

“Jadi dengan cara dan gaya tersangka sendiri untuk meyakinkan masyarakat yang menjadi korban dari tindak pidana tersebut,” ujar Kapolres.

Dikatakannya, untuk tersangka MR alias Reza alias Dandi berperan memprospek korban dengan keuntungan dan tata cara membuka agen pangkalan tabung gas elpiji.

“Sedangkan tersangka MH alias Dayat dan MAA alias Andri membantu tersangka MR alias Reza alias Dandi untuk meyakinkan masyarakat dengan cara berpura-pura menghubungi salah satu perusahan melalui via telpon,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, setelah berhasil meyakinkan korbannya, tersangka meminta membayarkan terlebih dahulu dan berjanji akan mengantarkan setelah 2 minggu kemudian.

“Namun janji tersangka tersebut hanya akal-akalan saja agar korban bisa memberikan uangnya terlebih dahulu, setelah itu tersangka langsung menuju ke Poso dan menghilangkan jejak,” tambahnya.

Kapolres mengungkapkan, barang bukti berupa keterangan saksi, petunjuk resi pengiriman sebanyak 5 lembar, Surat Perintah tugas palsu dengan No. 0000239/ST/CTM/SAN/XI/19. tanggal 11 Mei 2020 atas nama : Dandi Pin: 0000298/Poso serta 1 buah Handpone warna Silver Merk OPPO A12.

“Adapun tempat kejadian perkara yakni korban laki-laki Abdul Karim jalan Tanjung Kramat, Kelurahan Dondo, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Touna, Perempuan Jamalia Kelurahan Bonerato, Kecamatan Ampana Kota, Perempuan Hadija Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota dan Perempuan Tante Ifa di Kelurahan Bonerato, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Touna,” ungkapnya.

Menurutnya, para tersangka di persangkakan pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun.

“Untuk penanganan kasus tindak pidana penipuan ini, sudah dilakukan penyerahan berkar perkara (tahap 1) kepada Kejaksaan Negeri Touna,” tutupnya.

Related posts

Leave a Comment