Konfrensi Pers Penanganan Covid-19 di Touna.PENDIDIKAN & KESEHATAN 

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pasutri di Touna Jalani Isolasi Pemulihan Kesehatan di BLK

Konfrensi Pers Penanganan Covid-19 di Touna.

TOUNA – Satuan Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) kembali menggelar konfrensi pers terkait penanganan covid-19, Senin (21/9) di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Touna.

Konfrensi pers ini, dipimpin langsung Asisten 1 Sekertariat Daerah Kabupaten Touna, Alfian Matajeng, S.Pd, MAP didampingi Sekertaris Dinas Kesehatan, Taufan H. Tandri, MPH, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ampana, dr. Niko.S.Ked dan dihadiri oleh sejumlah wartawan.

Alfian Matajeng mengatakan, berdasarkan surat Kepala UPT Labotorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 800/338/TU.Labkes-Dinkes tanggal 18 September 2020 telah terkonfirmasi dua orang masyarakat Kabupaten Touna yang dinyatakan positif covid-19.

“Hal ini berdasarkan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan inisial HAK dan SDM yang keduanya merupakan pasangan suami istri (Pasutri),” kata Alfian selaku juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Touna.

Dia menjelaskan,  sesuai hasil penelusuran atau penyelidikan epidemiologi HAK dan SDM telah melakukan perjalanan dari Kota Poso pada tanggal 29 Agustus 2020.

“Keduanya kemudian di Rapid covid-19 pada tanggal 5 September 2020 dengan hasil reaktif dan dilanjutkan dengan pengambilan swab pada tanggal 7 dan 8 September 2020,” jelasnya

Lanjut, kata dia, dari hasil yang diterima tim covid-19 Kabupaten Touna melalui Dinas Kesehatan pada tanggal 18 September 2020 yang telah dirilis Labotorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah bahwa keduanya dinyatakan positiv covid-19.

“Saat ini pasangan suami istri tersebut sedang dalam tahapan pemulihan kesehatan di BLK sebagaimana tempat yang disediakan oleh Pemda Kabupaten Touna,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, langkah-langkah kongrit yang dilakukan oleh tim covid-19 melalui Dinas teknis yaitu Dinas Kesehatan dan RSUD Ampana dengan melakukan tracking dan mendapatkan orang-orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien sebanyak 51 orang yang akan diambil swab untuk memastikan status infeksi covid-19.

“Kami juga terus melakukan edukasi dalam menerapkan protokol kesehatan pada pasien selama dalam karantina atau isolasi mandiri,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa HAK merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di IGD Ponek RSUD Ampana, sehingga dari hasil yang diterima tim covid-19 Kabupaten Touna melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Ampana telah melakukan rapat internal satuan gugus tugas RSUD Ampana menyepakati untuk sementara pelayanan IGD Ponek atau rumah bersalin ditutup dalam rangka pencegahan, penyebaran covid-19.

“Hasil rapat ini, telah ditindaklanjuti oleh pihak RSUD Ampana ke Dinas Kesehatan untuk menutup sementara dan melakukan sterilisasi maupun proses tracking dari pada pasien yang telah terpapar covid-19,” katanya.

Olehnya, kata dia, terkait pencegahan, penyebarab covid-19 bagi masyarakat Kabupaten Touna untuk distancing protokol kesehatan adalah merupakan sangat penting diterapkan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan, penyebaran covid-19 dengan selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya.

Penulis : Yahya Lahamu.

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment