JMA: Pertahanan Partai Terletak Pada Kekuatan Loyalitas dan Integritas Anggota

  • Bagikan

Oleh: Jafar M. Amin, SE (JMA) Ketua Fraksi Nasdem DPRD Touna/Ketua Komisi II

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa jantung pertahanan sebuah partai terletak pada kekuatan loyalitas dan integritas para anggotanya. Tidak berarti sebuah partai jika tidak ada bagian penyokong utama organisasi tersebut, maka organisasi itu bisa saja lumpuh.

Namun, disisi lain, kekuatan loyalitas dan intergritas anggota tidaklah muncul begitu saja, Ia dilandasi oleh berbagai kekuatan dalam diri mereka. Tidak sedikit loyalitas itu datang atas dasar kesamaan visi dan misi, datang dari ikatan emosional, rasional, juga tidak sedikit yang loyal karena unsur duniawi.

Loyalitas anggota yang kokoh biasanya tidak menganut sistem “balas budi” dan juga tidak sebagai aksesoris politik keduniaan. Ia lahir dalam pandangan yang utuh karena kecintaan yang tulus, dan kadang penuh ikatan emosional. Lebih dari itu, juga karena rasionalisme yang matang terhadap partai tersebut.

Tidak sedikit partai politik di Indonesia yang berkembang atas dasar ikatan emosional, meskipun di sisi lain tentu saja atas dasar beberapa kesamaan visi dan misi.Partai yang berbasis atas dasar ikatan emosional biasanya lahir dari latar belakang keagamaan, suku dan ideologi.

Membangun Loyalitas dan Integritas Kader Tidaklah mudah untuk membangun loyalitas dan integritas kader sebuah partai, Hal ini perlu kematangan konsep dan kebijakan partai yang cerdas serta didukung penuh oleh segenap anggota partai.

JMA menjelaskan bahwa langkah besar dalam upaya membangun loyalitas dan integritas partai adalah menanamkan ideologi partai secara rapi dan mendalam, memberikan dukungan penuh kepada anggota kader dalam setiap kegiatan partai baik secara moril maupun spiritual.

“Serta membentuk jaringan anggota kader yang representatif, berkualitas dan profesional, menyelenggarakan program pembinaanan anggota kader secara terpadu, merata dan berkelanjutan serta memberdayakan anggota kader secara optimal di tengah-tengah masyarakat,” jelas JMA.

Lanjut kata JMA, bahwa Ideologi yang ditanamkan kepada anggota kader partai tentunya disesuaikan dengan jiwa dan semangat partai pada saat kaderisasi.

“Bentuk komitmen kami sebagai kader yang lahir satu nafas partai, untuk berjuang membesarkan dan menjaga Marwah Partai yaitu Restorasi Indonesia sebagai bentuk komitmen dan loyalitas kami sebagai kader untuk bagaimana partai ini bisa menjawab atas kegelisahan masyarakat saat ini,” ujar JMA.

#Arah_Baru
#Mari_Membangun

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page