Cinta Kepada Sosok Guru Tua, Warga Muslim Kepulauan Talatako Gelar Haul Guru Tua ke-52

  • Bagikan

InfoTouna.id – Rasa cinta kepada sosok Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) Warga Muslim Dusun III Pulau Papan, Desa Kadoda, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) peringati Haul Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua), Minggu  (7/6/2020) malam.

Habib Idrus Bin Salim Aljufri (Guru Tua) merupakan salah satu tokoh pembawa Islam di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan kawasan timur Indonesia. Guru Tua juga merupakan pendiri pusat pendidikan Alkhairaat yang berpusat di Kota Palu, Sulteng.

Haul tersebut dihadiri oleh Pengurus Besar (PB) Alkhairat Cucu dari Guru Tua Habib Idrus Bin Ali Alhabsyi, Cicit Guru Tua Habib Haikal bin Zen Alhabsyi, Ustad DR. Al Imran Sultan, Ketua Komda Alkhairat Touna yang juga Ketua DPRD Touna, Mahmud Lahay, Ketua MUI Touna,  Habib Ahmad Taha Alhabsyi, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Touna, Jafar M. Amin, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Touna, Husen M. Abubakar, Camat Talatako, para Kepala Desa se-Kecamatan Talatako.

Ketua MUI Kabupaten Touna, Habib Ahmad Taha Alhabsyi dalam tausiyahnya menceritakan perjalanan Guru Tua dalam menyiarkan ajaran islam dan mendirikan pendidikan islam Alkhairat di Sulawesi Tengah dan Indonesia Timur.

Cicit Guru Tua, Habib Haikal bin Zen Alhabsyi mengatakan, Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri kalau bukan cinta Allah SWT, maka Allah SWT tidak akan menggerakan hati kita berkumpul disini untuk mengenang riwayat hidup beliau (Guru Tua).

“Beliau adalah dicintai oleh Allah SWT . Kalau bukan rasa cinta Allah kepada beliau mana mungkin Allah SWT menggerakan hati kita untuk berkumpul dalam tempat mubarokah ini,” kata Habib Haikal bin Zen Alhabsyi .

Begitu juga dengan kita, kata Habib Haikal, kelak, beberapa tahun setelah kita akan meninggal akan dikenang. akan tetapi kita dikenang sebagai orang baik atau orang jahat.

“Oleh, karena itu mulai dari sekarang penentuannya, kita yang menentukan. kalau kita dikenang orang yang baik maka kita harus ikut orang-orang yang baik, seperti Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri,” ajaknya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ustad DR. Al Imran Sultan bahwa sejarah kehidupan Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri harus dijadikan suatu motivasi kehidupan kita.

“Kita bisa jadikan sebagai suri tauladan, sebagai panutan yang dapat kita contoh bersama, untuk menuju kesuksesan baik didunia maupun di akhirat nantinya, karena kesuksesan itu bukan hanya didunia saja, tetapi yang paling utama adalah kesuksesan di akherat,” kata dia.

Alhabib Idrus Bin Ali Alhabsyi dalam tausiyahnya mengatakan, umat yang sangat mulia adalah umat Nabi Muhammad SAW, Karena nabi Muhammad SAW adalah nabi yang sangat mulia dari Nabi sebelumnya.

“Olehnya, sebagai umat yang mulia kita harus bersyukur dan menjaga kemulian tersebut,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Komda Alkhairat Mahmud Lahay  dalam sambutannya mengatakan, bahwa kemajuan dan kemunduran pendidikan Alkhairat didaerah kita adalah tanggung jawab kita bersama.

“Olehnya, saya mengajak kepada bapak-ibu untuk bersama memakmurkan Alkhairat di wilayah Desa kita masing-masing,” ajaknya.

Dia meminta kepada masyarakat yang ada anak-anaknya yang sudah usia sekolah silahkan di masukan Madrasah Alkhairat.

“Jangan kita bangga kalau anak-anak kita pintar bahasa inggris, matematika dan fisika kalau tidak tau huruf al-quran dan sejarah Guru Tua adalah sia-sia,  tidak ada arti apa-apa. Karena nantinya anak-anak kita yang akan membacakan surat Alfateha kepada kita,” ujarnya.(Red).

 

 

 

 

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page