Gubernur Buka Rakor Perindustrian dan Perdagangan Tingkat Provinsi Sulteng di Touna

  • Bagikan

INFOTOUNA – Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. Membuka Rapat Kordinasi (Rakor) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Tingkat Provinsi Sulteng Tahun 2020, Selasa (17/3/2020)  malam di Hotel Ananda, Ampana Kabupaten Tojo Una-Una (Touna).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah (Setda) Provinsi Sulteng, Elim Somba, Kepala Biro Humas dan Protokol, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Richard Arnaldo Djanggola, SE, M.SA, Bupati Touna, Mohammad Lahay, SE, MM, Ketua DPRD Touna, Mahmud Lahay, SE, M.Si, Kepala OPD Lingkup Pemda Kabupaten Touna, Para Kepala Dinas dan Pejabat Dinas Perindag Kabupaten/Kota se- Provinsi Sulteng.

Bupati Touna,  Mohamad Lahay  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur melalui Dinas Perindag atas kepercayaannya kepada Kabupaten Touna menjadi tempat Acara Rakor bidang perindustrian dan perdagangan.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Touna saya menyampaikan selamat datang di Kabupaten Touna kepada Gubernur Sulteng beserta rombongan dan seluruh peserta rakor dan berharap peserta dapat berkunjung dan menikmati keindahan Pulau Togean,” ucapnya.

Dia mengatakan, bahwa Pulau Togean sudah merupakan destinasi parawisata secara Nasional  dan merupakan kawasan strategis nasional.

“Terkait merebaknya wabah virus Corona ( Covid-19) sampai saat ini belum ada Kasus suspect Covid -19 di Kabupaten Touna, sehingga jangan takut untuk berkunjung ke Touna,”  kata Bupati,

Bupati berharap kiranya Rakor bidang Perindustrian dan Perdangan Tahun 2020 yang dilaksanakan di kabupaten Tojo Una Una dapat menghasilkan keputusan strategis didalam pengembangan bidang perindustrian dan perdagangan di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia pelaksana, khususnya kepada pemerintah kabupaten Touna yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat tahunan bidang perinsustrian dan perdagangan yang merupakan salah satu upaya dalam mendorong kemajuan industri dan perdagangan guna mempercepat pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

“Bidang perdagangan dan perindustrian adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan karena dua bidang ini sangat strategis dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah maupun nasional dimana sektor perdagangan berandil dalam mendukung kelancaran penyaluran arus barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat serta dalam memastikan pembentukkan harga yang rasional, yang wajar, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sektor industri, kata dia, juga tak kalah penting, memegang andil, peranan penting dalam peningkatan pembangunan ekonomi yang akseleratif, yang memungkinkan terjadinya penyerapan tenaga kerja dan penciptaan nilai tambah pada berbagai komoditi yang dihasilkan sehingga kedua sektor/bidang ini.

“Saya berpandangan diperlukan keberpihakan dan memberi kesempatan, dukungan serta pengembangan ekonomi rakyat dalam bentuk usaha kecil dan menengah sebagai ujung tombaknya yang akhirnya dapat memberi dampak kontributif bagi perekonomian,” jelasnya.

Gubernur berharap kiranya rakor yang dilaksanakan  dapat mewujudkan sinergitas dan sinkronisasi program pembangunan perindustrian dan perdagangan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota di sulawesi tengah melalui pengelolaan pembangunan berbasis potensi kewilayahan dalam rangka perindustrian dan perdagangan yang bernilai tambah dan berdaya saing yang sejalan dengan tema rakor perindustrian dan perdagangan tahun 2020 ini yaitu “akselarasi peningkatan ekspor dan penguatan pasar serta pengembangan industri menuju sulawesi tengah maju, mandiri dan berdaya saing”.

“Adapun isu strategis dan program tahun 2020/2021, Saya berharap peserta rakor  harus mengambil  langkah strategis menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok dan bahan penting lainnya, revitalisasi dan penguatan pasar rakyat, penguatan dan singkronisasi data industri (IKM ), penguatan dan sinkronisasi data ekspor impor, penyampaian rencana pembangunan industri kabupaten/kota (RPIK), pembangunan sentra IKM  di kabupaten/kota melalui dana DAK serta pengembangan perwilayahan industri,” harapnya.

Gubernur juga berpesan, agar kegiatan rakor bidang perdagangan dan perindustrian ini, jangan hanya terkesan kegiatan seremonial tahunan. Tapi jauh dari itu, hendaknya output dari kegiatan ini, menjadi daya ungkit bagi pelaku usaha, sekaligus menjadi pedoman arah kebijakan pembangunan sektor perdagangan dan perindustrian di daerah yang sama-sama kita cintai.

“Terlebih saat ini, kondisi perekonomian global tengah mengalami kesulitan akibat merebaknya virus corona (covid-19) dalam 2 bulan terakhir yang menyebabkan efek berantai atau efek domino hampir di semua sektor, terutama pada sektor perekonomian untuk itu pemerintah perlu mengambil langkah strategis dan bersinergi dengan pelaku usaha dan masyarakat agar tidak terjadi kepanikan, yang akan sangat berimpact langsung terutama pada sektor industri dan perdagangan nasional, khususnya di Provinsi Sulteng,” pesannya.

Diakhir sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran Covid -19, telah mengeluarkan Surat Edaran per tanggal 16 Maret 2020 agar dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat ditindaklanjuti oleh Bupati dan Walikota.

“Olehnya saya mengapresiasi Kepala Daerah yang sudah melaksanakan dan menindaklanjuti Surat Edaran tersebut,” tutupnya.(Redaksi).

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page